UUS Bank DKI Gandeng INKOPSYAH BMT, Salurkan Pembiayaan Modal Kerja
Jakarta – Sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi intermediasinya kepada pengembangan usaha kecil dan mikro, Bank DKI melakukan kerjasama penyaluran pembiayaan berdasarkan prinsip Mudharabah senilai Rp10 miliar jangka waktu 3 tahun dengan Induk Koperasi Syariah Baitul Mal wat Tamwil (Inkopsyah BMT) yang merupakan gerakan koperasi sekunder yang didirikan oleh primer koperasi yang kegiatan usahanya menyalurkan modal kerja kepada Baitul Mal wat Tamwil (badan usaha berbadan hukum koperasi) berdasarkan pola syariah. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Pemimpin Grup Syariah, Harijanto bersama dengan Ketua Inkopsyah, Abdullah Yazid, Sekretaris Inkopsyah, Nyadin dan bendahara Inkopsyah, Aslichan Burhan disaksikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono.
Kerjasama penyaluran pembiayaan ini merupakan tambahan pembiayaan kepada Inkopsyah BMT. Sebelumnya, pada tahun 2009, Inkopsyah BMT menerima pembiayaan dengan jangka waktu 3 tahun sebesar Rp5 miliar dengan skim wa’ad wal mudharabah, executing. Penambahan pembiayaan tersebut ditujukan untuk memperluas ekspansi pembiayaan kepada BMT berikut dengan anggota-anggotanya. Pembiayaan ini nantinya akan dibukukan pada Bank DKI Cabang Syariah Pondok Indah.
Melalui penyaluran pembiayaan ini, Bank DKI berharap dapat meningkatkan akselerasi perbankan syariah dengan meningkatkan ekspansi pembiayaan unit usaha syariah Bank DKI kepada lembaga pembiayaan seperti Inkopsyah BMT dan kepada sektor UMKM dan Koperasi. Apalagi BMT yang tergabung dalam Inkopsyah berjumlah sekitar 3.000 BMT. ”Ini merupakan pasar yang potensial” ujar Eko. Bank DKI saat ini berupaya untuk meningkatkan pembiayaan kepada sektor UMKM dan Koperasi karena dinilai sektor ini memang mampu bertahan dan teruji dalam menghadapi gejolak perekonomian yang sering tidak menguntungkan, tambah Eko. BMT yang akan menerima pembiayaan modal kerja dari Inkopsyah merupakan BMT yang telah berdiri selama 2 tahun, mendapatkan predikat sehat, NPL kurang dari 5 % dan SHU positif.
Dalam menjalankan strategi pemasarannya, unit usaha syariah Bank DKI akan lebih mendekati segmen usaha ritail dan mikro serta berbasis pada komunitas (Segmented Community Based Marketing) dengan aktif mendatangi komunitas-komunitas yang menjadi target, seperti sekolah, yayasan, ormas, apoteker dan sejumlah komunitas informal untuk menawarkan kerja sama untuk seluruh anggota.
Per April 2011 UUS Bank DKI memiliki aset Rp1.003 miliar, dengan perolehan DPK sebesar Rp497,8 miliar, dan menyalurkan pembiayaan senilai Rp 592,4 miliar dan dengan jaringan sebanyak 12 kantor yang terdiri dari 2 kantor Cabang Syariah, 3 kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 7 kantor kas syariah serta 37 kantor office channeling di kantor konvensional Bank DKI. Dalam waktu dekat, Unit Usaha Syariah Bank DKI akan meluncurkan produk gadai emas iB (rahn) dan dana talangan haji serta membuka Gerai Mikro Syariah. (sumber ; www.bankdki.co.id)








