Kinerja 2013 Bank DKI Tumbuh Impresif

article2

"Jakarta : Bank DKI kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif. Per Desember 2013 Bank DKI mampu mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp787 miliar di tahun 2013 tumbuh signifikan 59,25% dari Rp451 miliar di tahun 2012. Pertumbuhan total aset Bank DKI juga meningkat sebesar 15,38% dari Rp. 26,62 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp.30,71 triliun pada akhir tahun 2013."

 

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono disaat penyampaian kinerja keuangan Bank DKI periode Desember 2013 di Jakarta (27/02). 

 

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menuturkan bahwa pertumbuhan laba yang signifikan tersebut didrong adanya pertumbuhan laba operasional sebesar 63,41% dari Rp440 miliar di tahun 2012 menjadi Rp719 miliar di tahun 2013 dan pendapatan bunga bersih yang terdongkrak 35,93% dar Rp1,20 triliun di tahun 2012 menjadi Rp1,64 di tahun 2013.

“Prestasi ini mampu dicapai Bank DKI ditengah perekonomian tahun 2013 yang terbilang sulit dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,7% dan ditengah-tengahnya kuatnya tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang meningkat, bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah serta realisasi inflasi sebesar 8%” ujar Eko Budiwiyono.

Lebih lanjut, Eko Budiwiyono menuturkan bahwa penyaluran kredit setelah dikurangi CKPN tumbuh sebesar 38,67% dari Rp14,55 triliun ditahun 2012 menjadi Rp 20,18 triliun di tahun 2013 dengan porsi kredit untuk segmen produktif diatas 50%. Dana pihak ketiga meningkat 7,15% dari Rp20,64 triliun menjadi Rp22,12 triliun di tahun 2013 dengan komposisi Giro mencapai Rp11,18 triliun atau 50,58% dari total DPK, dan tabungan mencapai Rp 5,02 triliun atau 22,71% dari total DPK, serta deposito sebesar Rp5,90 triliun atau sebesar 26,71% dari total DPK. Pertumbuhan kredit yang lebih signifikan dari pertumbuhan DPK mendorong rasio LDR Bank DKI pada kisaran 90%. Namun Eko Budiwiyono menyangkal bahwa Bank DKI kekringan likuditas. “Sebagaimana BPD lainnya, Bank DKI mengucurkan kredit cukup deras lantaran APBD DKI Jakarta terus meningkat, sehingga mendongkrak proyek pembangunan. Semenatara DPK tumbuh relative melambat karena enggan jor-joran perang bunga seperti halnya bank umum nasional” ujar Eko.

Sementara, berbagai rasio keuangan Bank DKI tetap terjaga pada kisaran yang memadai.

2014, Targetkan Laba Rp 1 Triliun

Meski berbagai prediksi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014 hanya akan berada pada kisaran maksimal 5,5%, Bank DKI tetap mencanangkan target pertumbuhan kinerja yang optimis. Penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 27,2% dengan memilih sektor yang tidak rentan terhadap guncangan perekonomian Indonesia seperti sektor retail. Dana Pihak Ketiga ditargetkan tumbuh 37,5 %. “Tahun 2014, Bank DKI juga menargetkan peningkatan aset menjadi Rp 37 triliun dan pencapaian laba psikologis sebesar Rp 1 triliun” ujar Eko Budiwiyono.

Untuk mencapai target tersebut, Eko Budiwiyono menuturkan akan membuka 76 kantor dengan rincian 37 Kantor Layanan setingkat Kantor Cabang dan Capem untuk memperkuat basis operasi PT. Bank DKI di wilayah Jabotabek dan beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Balikpapan, Papua dan Gresik. Selain itu juga akan dioperasionalkan 39 Gerai Usaha Mikro di berbagai wilayah Jabotabek, Surabaya, Solo, Bandung, Makasar, Palembang dan Pekanbaru.

Eko Budiwiyono menuturkan Bank DKI juga akan melakukan ekspansi kredit yang sehat melalui membidik sektor komersial baik korporasi maupun menengah sebagai engine of growth. dan sebagai engine of profitabilitynya kredit konsumer, Seperti Kredit Multi Guna. ”Kredit mikro – retail juga akan terus digalakkan dengan menawarkan produk Monas25, Monas75 dan Monas500 dan dalam skim syariah bernama Laris25, Laris75, dan Laris500.

Untuk meningkatkan pelayanan, Bank DKI juga akan menambah serta menyempurnakan fitur terhadap existing produk dan peluncuran produk ataupun aktivitas baru seperti priority banking, Tabungan bisnis dan lainnya. ”Meningkatkan fee based income terhadap pendapatan operasional melalui berbagai sumber seperti transaksi ATM, Jakcard, Cash Management, aktivitas kliring, RTGS dan KU, money changer, jasa layanan ekspor impor, fee dari kerjasama dengan perusahaan asuransi dan sebagainya” ujar Eko.

 

TENTANG BANK DKI : 
Bank DKI yang biasa dikenal sebagai bank pembangunan daerah merupakan bank yang sahamnya 99,94% dimiliki oleh Pemprov DKI jakarta dan 0,06% dimiliki oleh PD Pasar Jaya. Bank DKI melayani berbagai jenis jasa dan layanan baik konvensional dan syariah sebagaimana perbankan lainnya, mulai dari produk dana yaitu giro, tabungan monas, tabungan simpeda, tabunganku dan deposito, juga melayani berbagai jenis kredit dan pembiayaan mulai Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Multiguna, KPR Griya Monas, serta berbagai kredit untuk UMKM seperti KUMK Monas, Monas 25, Monas 75, Monas 500 dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan berbagai kredit-kredit lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Zulfarshah, Corporate Secretary
Yuli Imelda, Pemimpin Divisi Public Relations
Prakoso Budi Wibowo, Pemimpin Unit Marketing Communication & Promosi 
Tel. (021) 231 4567 Fax (021) 351 7660